Sang Syuhada (story of a case in NZ’s mosque)

Really heartbreaking story, until the body is crushed to hear and see the location of the incident, the background of events, issues, and others that remind us of the sadist eliminate the lives of our brothers n sisters, without knowing what they were wrong ?! we hope there is no same case like this.

Tepat seminggu yang lalu, dunia dihebohkan dengan aksi penembakan brutal seorang pelaku (shooter) yang merupakan WN asli Australia. Penembakan brutal nya tersebut dilakukan di dua mesjid di kota Christchurch, New Zealand.

Kembali ke history 15 maret 2019 lalu. Banyak korban yang notabenenya adalah muslim perantau yang sedang shalat jum’at di dua mesjid sasaran si heroik aneh itu, semua kisah korban saat kejadian yang berhasil diulas secara apik oleh media, sangat menyentuh hati dan membuat kita semua merasa empati, teriris, dan geram dengan pelaku.

Dan hari ini, 22 maret 2019, tepat satu minggu kejadian tersebut, tangis masih menderu di hati dunia bahkan alampun demikian. Banyak kisah indah yang menjadi saksi bahwa mereka (para korban) tetap hidup di hati (yang masih hidup), masyarakat NZ menggelar sholat jumat terbesar sepanjang sejarah demi mengenang para korban, semoga kelak ini terulang di jumat-jumat berikutnya.

And the point, untuk para korban penembakan brutal di NZ, mengingatkan kita bahwa mereka adalah para syuhada, yang syahid di Jalan Allah. Mereka gugur dalam keadaan beribadah kepada Allah, dan di tempat yang suci dan dirahmati Allah. Mungkin di mata kita mereka itu telah tiada, dan ketiadaannya itu diperlakukan dengan cara yang buruk tapi merekalah sebaik-baik manusia.

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

“Apabila ada seorang muslim yang meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at, maka Allah akan menjaganya dari pertanyaan kubur.” (HR. Ahmad 6582, Turmudzi 1095, dan yang lainnya)

Dari Miqdam bin Ma’dikarib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لِلشَّهِيْدِ عِنْدَ اللهِ سِتُّ خِصَالٍ: يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دَفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ، وَيُرَى مَقْعَدُهُ مِن الْجَنَّةِ، وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَيَأْمَنُ الْفَزَعَ الْأَكْبَرَ، وَيُحَلَّى حِلْيَةَ الْإِيْمَانِ, وَيُزَوَّجُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ، وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِيْنَ إِنْسَانًا مِنْ أَقَارِبِهِ

“Bagi orang syahid di sisi Allah ia beroleh enam perkara, yaitu diampuni dosanya pada awal mengalirnya darahnya, diperlihatkan tempat duduknya di surga, dilindungi dari adzab kubur, aman dari kengerian yang besar (hari kiamat), dipakaikan perhiasan iman, dinikahkan dengan hurun ‘in (bidadari surga), dan diperkenankan memberi syafaat kepada tujuh puluh orang dari kalangan kerabatnya.” (HR. Turmudzi 1764, Ibnu Majah 2905, dan yang lainnya).

Masyaa Allah, sungguh mulia mereka sang para syuhada korban penembakan massal di dua mesjid di kota Christchurch NZ.

Advertisements

Everything that u want, u already are!

Menyelami segala keinginan hati yang tak ada usainya.

Rehatlah sejenak.

Bersua pada hati dan pikiran.

Menikmati apa yang telah dimiliki dan menjadi karunia Ilahi merupakan hal paling indah yang tak bisa orang lain rasakan.

Karena masing-masing memiliki limpahan nikmat yang berbeda. Mungkin ada yang sama, tapi takaran nya beda. Mungkin ada yang sama nikmatnya, tapi di waktu yang berbeda diberikan.

Harta yang paling berharga, adalah hati dan pikiran.

Seberapa keras menilai hati, percayalah semua hati diciptakan lembut.

seberapa negatif menilai pikiran, percayalah ketika tenang kita menemukan pikiran yang jernih.

We only need the beautifully time to have a beautiful breath n mindset.

Endless love

بسم اللهارحمن ارحيم

Endless love is love for mother and love from mother. Althought separated by death.

MOTHER, HOW ARE YOU TODAY?

🌻

Allah Subhanahu wa ta’Ala berfirman,

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسٰنَ بِوَالِدَيْهِ ۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصٰلُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِـوَالِدَيْكَ ۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.”
(QS. Luqman 31: Ayat 14)


Kasih sayang antara Ibu dan anak tak akan pernah bisa diukur dan dibandingkan dengan hal apapun. Meski tertatih, terpisah jarak.

Kita belajar tentang kasih dan kelembutan lewat seorang Ibu. Belajar arti perjuangan darinya, belajar arti kesabaran lewatnya, yang demikian dalam memperjuangkan kita bertegur sapa dengan alam yang indah. Menuai jalan dalam tujuan yang indah.

Bahagianya seorang Ibu, cuma satu, yaitu ketika anaknya bahagia, saat itu jangan harap ia menepis sedih dalam raut wajahnya, karena itulah kebahagiaannya. It’s hear so simple of happiness.


To every mother in the world,

It feels so blessed to have such a wonderwoman like all of u, thanks for loving and caring us in everysingle thing, thanks for giving us all we need, thanks for forgive us when we are wrong, thanks for hearing all our stuff, thanks for being our bestfriend ever ever after.

Allahu Yahmik Wallahu Yuhbik.

Aamiin ya Robbal Alamin.

Loving children

In Islam We learned how to loving childrens. So, it will be teach us how to being childrens lover.

The Prophet Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, said :

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا

Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil kami.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu menshahihkannya dalam Riyadhush Shalihin).”

Menyayangi sang penarik senyum, dalam segala kondisi. Melihat tingkahnya yang lucu, tubuhnya yang mungil, tatapannya yang tulus, dalam keteduhan hati.

Qurrota a’yuna.

Menyayanginya layak sebuah pekerjaan paling asik yang tak pernah melelahkan jiwa, walau kadang raga merasa ingin usaikan tapi kekuatan kasih melihatnya yang begitu suci tanpa noda, tak juga lekas menyudahi.

Bayi, balita, Anak yang masih kecil. Menggemaskan. Mencintainya layak teman, menemani tawanya yang tak henti, menjaga dirinya yang selalu merasa ingin dilindungi.

Duhai anak kecil yang selalu menjadi perindu hati, semoga lekas menjadi anak yang soleh dan atau solehah, berkembang dengan penuh kasih, tumbuh menjadi pribadi yang sederhana nan berderma, belajar mencintai setiap episode hidup dari sang pemelihara kehidupan.

امن ي ربل ءلمن

Aamiin ya Robbal Alamin.

Espicially to my dearest nepphew : Muhammad Rifqy Al farizki and Musa Al Fatih Abdurrahman

And also to other childrens that always giving smile for us.

Titik Lemah

Apa yang menjadi titik lemahmu?
Saat titik lemah kita hadir, di saat itulah Allah menguji kita. Entah dengan menilai bagaimana kita menghadapi situasi dengan cara terlemah kita sekalipun.

Titik lemah,

Mungkin karena pikiran yang negatif atau buruk.

Jangan biarkan pikiran selalu menjadi titik lemah kita, pikiran yang buruk membawa kita semakin terpuruk hingga mencapai titik terlemah.

Mungkin karena hati yang patah atau luka.

Jangan biarkan hati selalu menjadi titik lemah kita, perasaan yang buruk karena apapun alasannya, selalulah berusaha menenangkannya dengan cara yang paling sederhana. Melapangkan segalanya, meski sulit.

Hati-hati dengan titik lemahmu

Habib Ali Zainal Abidin al-Hamid menjelaskan, “Setan ada di setiap bagian tubuh manusia melalui aliran darah. Mereka berkeliling di dalam tubuh untuk mencari titik terlemah manusia. Siapa yang lemah dalam harta, maka akan diuji dengan harta. Siapa yang tak kuat digoda wanita, ia pun akan diuji dengan wanita. Demikian juga bagi siapa yang lemah di bidang jabatan, dan sebagainya.

Setiap orang pernah merasakan titik lemah yang sering sekali mengganggu tingkat emosionalnya. Bahkan rindu yang berlebihan pun mampu menjadi titik lemah seseorang. Lalu mengapa rindu itu tercipta?

Mungkin jawabannya adalah karena Allah ingin melihat bagaimana kita menghadapi titik lemah itu tanpa melupakan Nya. Jawaban lainnya mungkin adalah karena Allah merasa ingin lebih dirindukan. Ahhh :”(

Semua titik lemah kita adalah ujian.

Tapi semua juga ada jalannya. Titik lemah itu bisa menjadi titik terkuat kembali, manakala seiring dengan bagaimana kita menghadapi segala hal yang menjadi titik lemah kita, tanpa lupa melibatkan Nya.

Titik lemah dan doa.

Dua hal yang semestinya saling bersahabat, tatkala titik lemah hadir, kembali berdoa untuk dikuatkan.

يامقلب القلوب ثبت قلبي على دينك
Yaa muqollibal Qulub Tsabbit Qolbi ‘ala Diinik

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.”
[HR. At-Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, Al-Hakim 1/525]

Semoga selalu dikuatkan dalam titik terlemah kita. Sebab, kita semua lemah, lemah, tak ada daya dan upaya kecuali denganNya 🖤

Free your mind from worries

Berapa lagi waktu yang terbuang sia itu akan terus dipakai untuk mengkhawatirkan sesuatu?

Khawatir. Apa yang telah menjadi kerisauan, sulit sekali untuk dijadikan mudah, rileks, santai, tanpa beban. Bagaimana mugkin, dalam seminggu, saya bisa tak khawatir? Walau hanya untuk tidak mengkhawatirkan akan bagaimana saya setelah ini?

Khawatir. Selalu saja khawatir. Khawatir jika saja apa yang direncanakan tidak berhasil. Khawatir, bila saja apa yang diinginkan tidak dapat terwujud. Khawatir, apabila semuanya berakhir buruk.

Khawatir, jika masih melakukan hal buruk yang pernah dilakukan. Khawatir, bila kebutuhan harian pun bulanan tidak dapat tercukupi. Khawatir, bila saja ditolak. Khawatir, bagaimana bila kita meninggalkan keluarga yang jauh di sana.

Bagaimana mungkin bisa khawatir?

Padahal kita tahu, ada Allah yang mengatur segalanya dengan sebaik-baik penjagaan. Kalau kita cuma diminta untuk berikhtiar, maka mungkin memang untuk mengganti kekhawatiran itu, hadirah yang namanya ikhtiar dan tawakkal.

Kekhawatiran kita akan semakin kecil manakala kita menyerahkan segalanya untuk diurus oleh Dia.

Bagaimana mungkin bisa khawatir ?

Padahal sering kali kita mendengar, “hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang”.

Allah SWT berfirman:

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَ لَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

(QS. Ar ‘Rad:28)

Kalau yang diingat pemilik alam semesta ini, mana mungkin Allah tega untuk tidak membantu kita untuk tidak khawatir.

Karena kita perlu banyak-banyak mengingat-Nya. Bahkan bila saja memang mampu mengingat-Nya setiap waktu ,maka cukup dengan itu, kekhawatiran kita terhadap sesuatu menjadi berkurang. Sebab, kepercayaan pada-Nya jauh lebih penting daripada harus berkhawatir lagi.

Don’t worry be happy !

Book of life (REMINDER)

Kalau ada yang bercita-cita menjadi penulis buku, maka ia sudah semestinya merasa bangga karena sedang menulis buku kehidupan. Tepatnya, buku kehidupannya. Di dalam buku itu memuat banyak halaman, yang kelak ia akan berakhir di halaman terakhir setelah penulisnya tiada lagi di dunia ini.

Sedikit memutar logika mungkin berbicara hal semacam demikian.

Bagaimana bisa kita menuliskan buku kehidupan ?

Ah yang benar saja. Tapi, memang demikian kenyataannya. Aku, kamu, mereka, sedang menuliskan buku kehidupan. Kita menuliskan buku kita masing-masing dengan bab-bab yang berbeda judulnya, dengan bab-bab yang berbeda jumlahnya.

Di dalam buku itu, kita menuliskan perjalanan kita selama di dunia ini dengan bermacam-macam tema, ada tawa, tangis, haru, bahagia, pertemuan, perpisahan, kegagalan, kesuksesan, dan lainnya.

Semuanya tercover ke dalam satu buku itu. Bisa kah terbayang di benak kita, betapa tebal buku kehidupan itu?

Sejak saat segala perbuatan yang kita lakukan dicatat oleh sang pencatat kehidupan kita yang setia menemani. Di buku kehidupan itupun ditulis apa-apa yang telah kita niatkan namun tidak bisa kita lakukan karena suatu hal yang menjadi penghalang.

Jangankan perbuatan-perbuatan berkesan dalam hidup, niat baik yang kita tujukan pun di tulis dalam buku kehidupan.

Kalau buku-buku pada umumnya yang diterbitkan oleh penerbit indie atau mayor itu diserahkan pada editor terdahulu, dan peran editor adalah pembaca kedua setelah penulisnya, buku kehidupan ini juga punya editor.

Ya, dia adalah buku yang juga bisa di edit. Serunya, penulis juga bisa turut menjadi editor. Manakala ada bab yang bertema “kebohongan” berisi halaman-halaman dari perbuatan bohongnya. Maka dengan sendirinya bab itu akan terhapus. Apabila si penulis melakukan pertobatan yang tulus atas halaman-halaman kebohongan yang ia tulis dalam bab tersebut.

Buku kehidupan, perbedaannya dengan buku-buku pada umumnya ialah kita tidak bisa membaca tulisan-tulisan yang sudah kita tuliskan. Ia baru bisa kita baca pada yaumul akhir (hari akhir) kelak telah tiba. Saat itu, ia tersusun rapi, kalau dalam dunia penerbitan buku dia sudah siap terbit. Tapi, keuntungan yang di dapat dari buku kehidupan adalah murni untuk penulis. Tanpa mesti diberi kepada penerbit. Karena, buku kehidupan tak membutuhkan penerbit.

Kelak buku kehidupan kita itu, kemudian launching di hadapan berjuta-juta pembaca yang tak dapat diketahui jumlahnya. Semuanya akan mengetahui isi buku kehidupan kita. Maka, beruntunglah bagi mereka si penulis buku kehidupan yang menyajikan tulisan-tulisan berkualitas. Yaitu, tulisan tentang kehidupannya yang senantiasa menebar kebaikan dan kemanfaatan selama hidup di dunia.

Buku kehidupan itu kelak menjadi sesuatu yang paling diharapkan oleh penulisnya.

Buku yang dapat menentukan kehidupan penulis di hari akhir. Buku yang asli, tanpa editan sama sekali, dan tanpa persetujuan penulisnyapun ia jadi, meski masih ada tulisan-tulisan kotor yang ingin di hapus oleh penulisnya. Asli, asli dari hasil perjalanan kehidupan penulisnya.

Buku kehidupan itu, ia hanya satu genre, cuma nonfiksi. Karena based on true story langsung dari penulisnya. Segala perbuatan penulisnya tertulis dalam lembaran-lembarannya. Manakala penulisnya berbuat baik, maka cerita dalam lembaran itu juga bagus.

وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِي الزُّبُرِ (52) وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَكَبِيْرٍ مُسْتَطَرٌ (53)

“Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan (yang ada di tangan Malaikat). Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.” (QS. Qomar: 52-53)

Pada saat launching buku kehidupan itulah, setiap penulis membaca bukunya masing-masing. Semuanya punya bukunya masing-masing. Karena, lewat buku itulah kemudian ditentukan kemana kehidupan penulisnya tertuju. Namun, ternyata dalam menerima buku itu, tidak serta merta penulisnya memiliki dan menguasainya. Melainkan, diberikan dengan perintah Pemelihara semesta.
Buku kehidupan, untuk menerima hasil tulisan kita telah ditentukan pula cara menerimanya,

“Setelah dihisab, setiap hamba akan diberikan bukunya masing-masing yang berisi catatan lengkap seluruh amal perbuatan yang telah ia lakukan dalam kehidupan dunia.”

Cara penyerahan buku itu berbeda-beda. Ada yang buku kehidupannya diterima dengan tangan kanannya. Mereka itulah orang yang bahagia. Ada pula yang menerima kitab dengan tangan kirinya.

Seorang mukmin akan diberikan bukunya dari arah depan dan ia terima dengan tangan kanannya. Ia dihisab dengan mudah dan kembali kepada kaumnya yang sama-sama beriman di Surga dengan gembira.

Allah Subhanahuwata’ala berfirman:

فَأَمَّا مَنْ أُوْتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِيْنِهِ (7) فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيْرًا (8) وَيَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُوْرًا (9)

“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.” (QS. Al-Insyiqaaq: 7-9)
Adapun orang-orang kafir dan orang-orang munafiq, mereka akan menerima kitabnya dengan tangan kirinya.

Allah Subhanahuwata’ala berfirman:

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُوْلُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوْتَ كِتَابِيَهْ (25) وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ (26) يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ (27) مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيَهْ (28) هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ (29)

“Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang pula kekuasaanku daripadaku.”(QS. Al-Haqqoh: 25-29)

Kitab catatan amal mereka diberikan dari arah belakang punggung mereka.

Allah Subhahuwata’ala berfirman:

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ (10) فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُوْرًا (11)

“Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka dia akan berteriak: “Celakalah aku.” (QS. Al-Insyiqaaq: 10)

—————————————————————–

Untuk buku kehidupanku, buku kehidupanmu, buku kehidupan mereka. Semoga senantiasa tertulis dengan yang baik-baik. Agar kelak kita bisa bersama di tempat yang lembaran-lembaran buku kehidupan kita tuju.

Aamiin yaaRobbalAlamiin.